Selasa, 01 Januari 2013

Tradisi Menyambut Tahun Baru Di Jepang

Acara bersih-bersih di akhir tahun sedikit berbeda dengan bersih-bersih pada hari biasanya dikarena bersifat total dan besar-besaran. Kegiatan ini juga biasanya melibatkan hampir semua anggota keluarga. Semua sudut dan pojok rumah yang biasanya tidak tersentuh sapu atau lap sama sekali pada hari tersebut mulai mendapat bagian. Semua isi lemari dibongkar dan disusun ulang. Bukan cuma itu, kulkas, mesin cuci dan benda berat lainya digeser dan dibersihkan terutama pada bagian belakang dan bawah.
Tanggal 31 Desember atau malam tahun baru disebut ōmisoka. Di malam tahun baru, orang Jepang mempunyai tradisi memakan soba yang disebut toshikoshi. Stasiun televisi di Jepang bersaing memperebutkan pemirsa dengan berbagai acara malam tahun baru. NHK mempunyai tradisi menayangkan acara Kōhaku Uta Gassen, berupa kompetisi lagu antarpenyanyi terkenal yang dibagi menjadi kubu merah dan kubu putih. Menjelang pukul 12 malam, genta yang terdapat di berbagai kuil agama Buddha di Jepang dibunyikan. Tradisi memukul genta menjelang pergantian tahun disebut joya no kane. Genta dibunyikan sebanyak 108 kali sebagai perlambang 108 jenis nafsu jahat manusia yang harus dihalau. Selain itu festival kembang api (hanabi) selalu memeriahkan Tahun Baru di kota-kota besar.

Orang Jepang mempunyai tradisi berkiriman kartu pos atau yang biasa disebut dengan nengajō (ucapan tahun baru) yang tiba persis tanggal 1 Januari. Kartu pos ucapan tahun baru dijamin sampai ke alamat yang dituju pada tanggal 1 Januari, asalkan dikirim tidak melewati jangka waktu penerimaan yang ditetapkan kantor pos. Penerimaan kartu pos biasanya dimulai pertengahan Desember hingga beberapa hari terakhir sebelum penutupan tahun. Kantor pos membutuhkan pegawai ekstra yang direkrut dari kalangan pelajar, agar semua kartu pos bisa disampaikan tanggal 1 Januari.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar